Pelatihan Tanggap Bencana dan Sosialisasi Kesehatan Pascabencana: Program Unggulan Kelompok Pengembangan Sidoharjo yang Meningkatkan Ketahanan Masyarakat

Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Program Kerja

Wonogiri, 14 Agustus 2025 – Dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan faktor-faktor alam lainnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting. Kelompok Pengembangan (Kelbang) Sidoharjo, melalui program unggulannya, Pelatihan Tanggap Bencana dan Sosialisasi Kesehatan Masyarakat Pascabencana, berhasil menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serta memulihkan kondisi kesehatan pascabencana. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sempukerep yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2025. Program ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta, tetapi juga memperkuat citra positif Kelbang Sidoharjo sebagai motor penggerak ketahanan masyarakat.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak akan keterampilan dan pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi sudah menjadi ancaman yang nyata di banyak daerah. Sidoharjo, yang terletak di Kabupaten Wonogiri, merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, Kelbang Sidoharjo bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Puskesmas Sidoharjo, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan Tim Tagana (Taruna Tanggap Bencana), untuk menyelenggarakan pelatihan yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap bencana serta penanganan kesehatan pascabencana.

Menurut Reyhan Dzaky Fawwas, pengurus Kelbang Sidoharjo, program ini bertujuan untuk memberi pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh warga di lapangan. “Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan saat terjadi bencana. Kami berharap, peserta dapat lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Pemaparan Materi

Program ini mencakup beberapa pelatihan penting yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, antara lain: pengetahuan kesiapsiagaan bencana, simulasi tanggap darurat, serta penanganan kesehatan pascabencana. Peserta diajarkan langkah-langkah menghadapi bencana, mulai dari tahapan evakuasi, pertolongan pertama, hingga pengelolaan posko darurat. Pelatihan ini dilaksanakan melalui simulasi-simulasi yang menggambarkan situasi bencana yang sesungguhnya, sehingga peserta dapat merasakan langsung bagaimana cara bertindak dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BPBD dan Tim Tagana.

Kesuksesan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai instansi yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana. BPBD Kabupaten Wonogiri sebagai fasilitator utama, memberikan pengetahuan terkait mitigasi risiko bencana dan strategi evakuasi. Puskesmas Sidoharjo turut berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, seperti cara menangani korban bencana dan mencegah penyakit yang mungkin timbul pascabencana. Selain itu, TRC Sidoharjo memberikan pelatihan teknis dalam penanganan darurat, sementara Tim Tagana membimbing peserta dalam melakukan simulasi evakuasi dan penanganan korban di lapangan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat.

Salah satu aspek yang menjadi fokus utama Kelbang Sidoharjo adalah keberlanjutan dari program ini. Dalam wawancara, pengurus kelompok menjelaskan bahwa evaluasi pasca kegiatan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan oleh peserta. “Kami melakukan evaluasi dengan wawancara, kuesioner, dan observasi di lapangan. Selain itu, kami juga mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka,” tambah Reyhan Dzaky.

Melalui evaluasi yang dilakukan, Kelbang Sidoharjo dapat mengetahui tingkat keberhasilan program dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program adalah dengan membentuk kader desa tanggap bencana yang akan terus dilatih dan diberikan pembaruan materi setiap tahunnya. Selain itu, kerja sama dengan BPBD dan Puskesmas akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa program ini tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program ini selaras dengan beberapa poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), poin 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dan poin 13 (Aksi Iklim). Pelatihan ini memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana, meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko bencana, dan mendukung upaya pembangunan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Melalui program Pelatihan Tanggap Bencana dan Sosialisasi Kesehatan Masyarakat Pascabencana, Kelbang Sidoharjo telah berhasil memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan kesehatan pascabencana. Kolaborasi dengan berbagai pihak, evaluasi yang terstruktur, serta keberlanjutan program menjadi kunci kesuksesan dari kegiatan ini. Ke depannya, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya di Sidoharjo, tetapi juga di desa-desa lain yang membutuhkan pelatihan serupa.

Tim Redaksi : Naufal Ammar

Tim Penyusun : Shabrinaya Az Zahra, Cyrullus Ikken Devstiandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *